Sponsored

Jumat, 18 Maret 2011

[EBOOK] Ide Gila Marketing Tung Desem Waringin

Aksi tebar uang dari pesawat yang dilakukan Tung Desem Waringin masih segar dalam ingatan. Bagaimana tidak. Usai pengumuman kenaikan harga BBM, publikasi rencana penyebaran uang dan tiket seminar senilai 100 juta jelas menyita perhatian masyarakat luas.

Ada yang tidak sabar menantikan hari H, ada yang bersikap wait and see, apakah motivator nomor 1 di Indonesia ini benar-benar akan memegang janjinya? Tapi Tung Desem bergeming, daripada memboroskan uang untuk iklan lebh baik disebarkan pada yang membutuhkan.

Hasilnya, gila! Ratusan orang berbondong-bondong mendatangi Stadion Sepak Bola Baladika Kesatrian. Tidak hanya itu, media nasional bahkan internasional pun amai meliput peristiwa langka ini. Tung Desem berhasil! Dengan modal tidak seberapa, nama Tung Desem bisa terkenal ke seluruh penjuru dunia.

Ini bukan kali pertama Tung Desem melakukan aksi nyleneh dalam rangka peluncuran bukunya. Dia salah satu motivator di dunia yang kerap memberi tantangan yang nyaris mustahil.

Termasuk ketika ia memecahkan rekor MURI ketika berhasil menjual buku pertamanya, Financial Revolution, sebanyak 10.511 eksemplar di hari peluncurannya. Salah satu langkah gilanya adalah naik kuda putih sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta, dengan pakaian jas hitam membungkus baju putih, dan dasi, calam hitam dan mengenakan blangkon cokelat.

Tangan kanannya memegang kendali kuda seperti seorang joki profesional dan tangan kirinya mngacung-ngacungkan bukunya itu. Ia membuat gempar warga. Buku ini mengungkap segala kegilaan yang dilakukan Tung Desem dalam meraih yang terbaik dan tetap terus menjadi yang terbaik. (Aien Hisyam)

Link Download di Bawah

--download--

[NOVEL] PERANG BUBAT


Mengangkat kembali peristiwa Perang Bubat itu dalam jalinan kisah yang memukau, filmis, dan asyik. 
--Maman S.Mahayana (Kritikus Sastra, Pengajar FIB-UI).

Perang Bubat adalah peristiwa sejarah yang menjadi kontroversi di antara budaya Sunda dan Jawa, dan melahirkan berbagai prasangka di antara keduanya.

Mengapa rombongan Kerajaan Sunda yang datang ke Bubat, Majapahit, untuk mengantar Putri Dyah Pitaloka menjadi istri Prabu Hayam Wuruk, diserang pasukan Majapahit yang bersenjata lengkap? Peran Mahapatih Gajah Mada dalam tragedi itu juga menjadi bahan perdebatan. Apakah insiden itu disebabkan ambisinya untuk menyempurnakan Sumpah Palapa dengan menaklukkan Sunda? Ataukah ia sebenarnya hanya dikambinghitamkan oleh orang-orang yang dengki atas ketenarannya? Benarkah sesungguhnya di antara Dyah Pitaloka dan Gajah Mada pernah terjalin hubungan asmara?

Berbagai sumber sejarah memberikan versi yang berbeda tentang kejadian tersebut. Penulis novel ini, seorang pemerhati sejarah Sunda, menggali sumber-sumber sastra lisan yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Bandung selatan, Garut, Lawang Sumber di tepian Kota Surabaya, hingga ke Bubat di Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Hasilnya adalah kisah Perang Bubat yang sangat berbeda dari versi yang selama ini kita ketahui dari sejarah resmi.

Inilah kisah Perang Bubat yang sangat berbeda dari versi yang selama ini kita ketahui dari sejarah resmi.

Link Download di Bawah :




--download--